Filsuf Muslim Rusia Geydar Jamal Tutup Usia
Filsuf Muslim dan teolog ternama Rusia Geydar Jamal tutup usia Senin (5/12), di Kazahkstan pada 69 tahun. Semasa hidupnya, Jamal dikenang sebagai sosok yang brilian serta kontroversial.
Geydar Jamal menjabat sebagai ketua Komite Islam Rusia, selain itu, ia juga berperan sebagai wakil ketua dan anggota Presidium Gerakan Masyarakat 'Warisan Islam Rusia'. Djamal juga telah menerbitkan enam buku, salah satunya adalah 'Pembebasan Islam' dan 'Revolusi Para Nabi', serta sering kali hadir sebagai pembicara di berbagai program TV.
"Tujuan hidup ini bukanlah untuk mencari kebahagiaan duniawi, melainkan belajar dan mempersiapkan diri demi dunia yang kekal." - Geydar Jamal
Wakil Ketua Pertama Administrasi Spiritual Muslim Rusia sekaligus anggota Dewan Mufti Rusia Damir Mukhetdinov menyampaikan bahwa umat Islam telah kehilangan sosok seorang guru dan pemikir Islam atas wafatnya Geydar Jamal. Seperti yang dikutip dari RIA Novosti, menurut Mukhetdinov tidak akan mudah mencari pengganti Kepala Komite Islam Rusia yang sepadan dengannya. "Sudah bertahun-tahun saya mengenalnya secara pribadi, kami sering kali tampil bersama di berbagai program televisi, bahkan sudah beberapa kali saya hadir sebagai lawannya. Namun bagaimanapun, saya sangat menghormati beliau, dan menganggapnya sebagai seorang tokoh besar di era pasca Soviet, serta di dalam sejarah Islam Rusia modern," tutur Mukhetdinov. Ia menambahkan bahwa Jamal selalu berupaya untuk mempertahankan posisinya sebagai Muslim serta posisi Islam sebagai sistem filsafat.Geydar Jamal
Geydar Jamal lahir pada 6 November 1947 di Moskow. Pada 1965 ia melanjutkan pendidikan ke Institut Bahasa Ketimuran di Universitas Negeri Moskow (MGU), namun setahun kemudian ia dikeluarkan atas alasan nasionalisme borjuis.
Jamal mulai aktif melakukan kegiatan sosial dan politik sejak akhir periode Soviet. Bersama dengan filsuf dan ahli politik Aleksander Dugyn, ia terjun ke dalam jajaran organisasi politik, sosial, dan agama.
Ia mendirikan Partai Kebangkitan Islam pada tahun 1990-an yang menjadi partai Islam pertama di Uni Soviet. Geydar Jamal aktif berpartisipasi dalam semua proyek yang terkait dengan upaya umat Islam untuk mempertahankan representasi politiknya dalam sistem pemerintahan Rusia. Ia sendiri berupaya masuk ke jajaran Majelis Rendah Parlemen (Duma) Rusia pada Pemilu 1999 sebagai 'Gerakan Pendukung Tentara", yang selanjutnya bergabung sebagai anggota presidium gerakan masyarakat "Warisan Islam Rusia". Tidak mudah bagi Jamal melakukan itu, karena ia selalu mengkritisi tokoh-tokoh Islam resmi di Rusia, perwakilan dari banyak fraksi pada 1990-an dari Administrasi Spiritual Muslim yang ia sebut 'berasal dari mantel Stalin'.
Tergabung dengan Dewan Koordinasi "Front Kiri Rusia", Geydar Jamal ambil bagian dalam Kampanye Perbedaan Pendapat dan menandatangani petisi yang menyerukan pengunduran diri Presiden Vladimir Putin. Hal itu, bagaimanapun, tidak menghalanginya untuk tampil hadir sebagai salah satu pembicara terpopuler di berbagai program saluran televisi Rusia. Pribadi riang yang dimiliki Jamal rupanya cukup menarik perhatian para produsen dengan retorika anti-Barat dan anti-Israelnya yang cukup tajam.