Dianggap Menyimpang, Film Tentang Nabi Muhammad Undang Kontroversi
Peluncuran film asal Iran bertajuk 'Muhammad' mengundang kontroversi, Mufti Republik Chechnya Sheikh Salakh Mezhiev menyayangkan penayangan film tersebut yang resmi dirilis pekan lalu di Dagestan, (16/11).
Sebagaimana yang dilansir oleh situs Administrasi Spiritual Muslim Republik Chechnya, Sheikh Salakh Mezhiev tidak merekomendasikan film yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW ini untuk disaksikan dan menyarankan untuk tidak mendistribusikan film tersebut dengan alasan penyimpangan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW yang dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi para penontonnya. Selain itu, menurutnya dalam film 'Muhammad' terdapat penggambaran negatif terhadap sejumlah sahabat nabi.
Sheikh Salakh Mezhiev juga mengkritik penggambaran sosok Nabi Muhammad SAW dalam film tersebut yang secara umum dilarang dalam Islam.
Film 'Muhammad'
'Muhammad' adalah film yang disutradarai oleh sutradara kenamaan asal Iran Majid Majidi. Film yang berlatar belakang pada abad ke enam ini mengisahkan masa kecil Nabi Muhammad SAW. Film ini dirilis di Dagestan pekan lalu (16/11) dengan mengundang sejumlah tokoh agama, atlet terkenal, artis, dan masih banyak lagi.
Diketahui bahwa film yang menghabiskan dana sebesar 50 juta dolar AS ini hadir sebagai film yang menelan biaya terbanyak yang pernah ada dalam sejarah perfilman Iran.
Penayangan film 'Muhammad' telah dilarang di sejumlah negara seperti Arab Saudi, Kuwait, Mesir, dan Maroko.